5 Wabah dan Taun Terkelam dalam Sejarah Manusia

Usia Peradaban manusia sudah cukup lama. Ada banyak hal yang telah terjadi dan mewujud sebagai memori kolektif bersama. Ada kemenangan, ada pula kekalahan.

Di antara sekian banyak hal itu, kenangan buruk tentang wabah dan pandemi kembali menelusup ke dalam benak banyak orang. Semua bermula ketika virus Covid-19 menyebar dan tak kunjung reda.

Di tengah-tengah masa pagebluk seperti sekarang ini, rasanya tak ada yang lebih dekat ketimbang kematian. Babak penjang perjalanan manusia di muka bumi mencatat setidaknya ada 5 jenis pandemi yang telah menelan banyak korban.

Apa saja itu? Simak pemaparannya di bawah ini.

 

[irp]

 

1. Justinian Plague (541-549 M)

Wabah pandemi dan taun dalam sejarah manusia

Justinian Plague dikenal sebagai awal dari pandemi wabah pertama yang disebabkan bakteri Yersinia Pestis. Wabah ini menyebabkan seperlima populasi di Ibukota kekaisaran Byzantium tewas.

Wabah ini dinamai sesuai dengan nama kaisar Romawi di Konstantinopel, Justinianus 1 (527-565 M). Penyebaran wabah ini meliputi seluruh Cekungan Mediterania, Eropa, dan Timur Dekat.

Pada tahun 544 M wabah ini sudah menyebar di Laut Mediterania dan bertahan di Eropa Utara dan Semenanjung Arab hingga tahun 549 M.

2. Taun Amwas (638-639 M)

Taun Amwas (638-639 M)
Taun Amwas adalah sebuah wabah yang menimpa negeri Syam pada tahun 638-639 M. Penyebabnya diyakini sebagai penyakit Pes Bubo yang muncul kembali setelah Justinian Plague pada abad ke-6 M.

Taun Amwas adalah sebuah wabah yang menimpa negeri Syam pada tahun 638-639 M. Penyebabnya diyakini sebagai penyakit Pes Bubo yang muncul kembali setelah Justinian Plague pada abad ke-6 M.

Sekitar 25.000 prajurit muslim beserta keluarganya meninggal dalam pandemi ini, termasuk Muadz bin Jabal, Yazid bin Abi SUfyan, dan Abu Ubaidah bin Jarrah.

 

3. The Black Death (1347-1351 M)

The Black Death (1347-1351 M)
The Black Death atau Maut Hitam adalah sebuah pandemi yang melanda Eropa pada abad ke-14 M. Wabah ini membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa.

The Black Death atau Maut Hitam adalah sebuah pandemi yang melanda Eropa pada abad ke-14 M. Wabah ini membunuh sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa.

Penyakit diduga berlanjut hingga tahun 1700-an, tetapi dengan intensitas dan tingkat fatalitas yang berbeda.

Salah satu dampak nyata The Black Death adalah penurunan drastis populasi eropa dan perubahan struktur sosial Eropa.

 

4. Flu Spanyol (1918-1920 M)

Flu Spanyol (1918-1920 M)
Flu Spanyol adalah pandemi influenza yang disebabkan oleh virus influenza A H1N1. Pandemi ini berlangsung dari 1918-1920. Ia pertama kali muncul di Afrika Barat dan Prancis lalu menyebar ke seluruh dunia.

Flu Spanyol adalah pandemi influenza yang disebabkan oleh virus influenza A H1N1. Pandemi ini berlangsung dari 1918-1920. Ia pertama kali muncul di Afrika Barat dan Prancis lalu menyebar ke seluruh dunia.

Selama pandemi ini berlangsung, korbannya mencapai 50 juta hingga 100 juta. Maka tak ayal, pandemi ini dianggap sebagai pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia.

Di Indonesia sendiri, korban flu ini diperkirakan mencapai 1-1,5 juta pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

 

5. Pandemi Covid-19 (2019 M-)

Pandemi Covid-19 (2019 M-)
Pandemi Covid-19 disebabkan oleh virus corona jenis baru yang dinamakan SARS-CoV-2. Virus ini pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkannya sebagai Pandemi.

Pandemi Covid-19 disebabkan oleh virus corona jenis baru yang dinamakan SARS-CoV-2. Virus ini pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkannya sebagai Pandemi.

Hingga kini pandemi ini telah menewaskan lebih dari 195.755 orang dan telah menyebar ke lebih dari 210 negara dan wilayah.

Virus Covid ini masih berlangsung dan belum diketahui kapan ia akan berakhir.

Pagebluk memang membuat kita khawatir. Namun, percayalah semua ini pasti akan berakhir. Mari kita mendisiplinkan diri untuk selalu Memamaki Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan.

 

Salam Literasi Indonesia.

 

[irp]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *