SINOPSIS
Buku ini merupakan terjemahan dari Asrâr al-Ḥajj, salah satu bab paling penting dalam Iḥyâ`
‘Ulûmiddîn karya Imam al-Ghazali. Beliau membingkai ibadah haji dan umrah dalam dua
dimensi yang saling melengkapi: dimensi lahiriah (fikih) yang menjamin keabsahan ibadah,
dan dimensi batiniah (tasawuf) yang menjamin kedalaman maknanya.
Bagian pertama buku ini menyajikan panduan teknis manasik yang lengkap: syarat dan rukun
haji, macam-macam jenis haji (ifrâd, qirân, tamattu’), larangan dalam ihram, tata cara tawaf,
sa’i, wukuf di Arafah, melempar jumrah, hingga tawaf wada’. Setiap tahapan diuraikan secara
gamblang dan mudah dipahami.
Bagian kedua membawa pembaca ke kedalaman makna di balik setiap ritual. Imam
al-Ghazali mengajak kita memahami bahwa ihram bukan sekadar kain putih, melainkan
simbol kesetaraan seluruh hamba di hadapan Allah. Melempar jumrah bukan sekadar ritual
fisik, melainkan penegasan tekad unt
INTISARI
1. Tolok ukur haji bukan kehadiran fisik di Tanah Suci, melainkan keikhlasan hati dan
pemahaman di setiap langkah ibadah.
2. Ihram bukan sekadar kain putih; ia adalah simbol kesetaraan seluruh hamba dan
pelepasan diri dari segala keterikatan dunia.
3. Wukuf di Arafah adalah puncak ibadah haji: saat Allah menurunkan rahmat dan
ampunan-Nya paling besar, dan doa-doa paling mungkin dikabulkan.
4. Mabrur bukan ditentukan saat pelaksanaan ibadah, melainkan oleh perubahan hidup
yang terjadi setelah kembali dari Tanah Suci.
5. Kerinduan yang tulus kepada Baitullah—meski belum mampu berangkat—adalah
keistimewaan yang setara dengan pahala ibadah bagi yang mampu.
KEISTIMEWAAN
1. Bab-bab buku disusun ulang menjadi lebih sistematis
2. Dilengkapi infografis pelaksanaan umrah & haji
3. Memuat tips-tips yang perlu dilakukan calon jamaah
4. Berisi informasi terkait situs-situs bersejarah di Makkah & Madinah
5. Teks Arab doa-doa yang perlu dibaca sebelum, selama, dan setelah umrah & haji
Ulasan
Belum ada ulasan.