Mengungkap Rahasia Ruh & Kematian yang Misterius dan Menakutkan

Rahasia RUh & Kematian

Rahasia Ruh & Kematian karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Ruh adalah urusan Allah, dan manusia hanya tahu sedikit. Cenderung rahasia, tapi bukan berarti tidak ada sama sekali. Sejatinya, memungkinkan bagi kita mampu berinteraksi dengan orang yang sudah meninggal, yakni melalui alam mimpi.

Saat kita tertidur, sesungguhnya Allah sedang mewafatkan kita dan ruh tersebut Allah lepaskan kembali ke tubuh kita, hingga kita terbangun. Pada saat itulah, dimungkinkan terjadinya pertemuan dengan ruh orang lain yang akan menjadi suatu petunjuk.

Buku Rahasia Ruh & Kematian adalah salah satu buku yang mempelajari ilmu tentang ruh dan kematian yang kompleks berdasarkan sumber syar’i secara komprehensif. Di dalamnya dibahas mengenai hakikat ruh, bentuk dan letaknya, hingga hubungan antara orang yang masih hidup dan orang yang sudah meninggal berdasarkan dalil-dalil al-Quran, hadis Nabi, dan beberapa pendapat ulama tepercaya.

Penulisnya, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (1292-1350 M) adalah ahli fikih, teolog, dan penulis produktif yang penting dari era abad pertengahan Islam. Beliau bergelar Imamul Muhaqqiqin wa Zudwatul Arifin (Pemuka Ahli Kebenaran dan Teladan Orang-orang Makrifat).

Buku ini menjawab rahasia ruh & kematian dengan lengkap dan mudah dipahami. Sekali lagi, inilah ilmu yang sedikit itu! Sebuah buku referensi soal ruh yang wajib dibaca dan direkomendasikan kepada setiap muslim, setidaknya seumur hidupnya.

Apakah ruh orang mati bisa melihat siapa saja yang menziarahi makamnya?

Dari Ibnu Abbas, dari Rasulullah saw. beliau bersabda, “Tidak ada seorang pun yang lewat di dekat kuburan saudara mukmin yang dikenalnya, lalu dia mengucapkan salam kepada saudaranya itu, kecuali dia (si orang mati) akan menjawab salam kepadanya.” Rasulullah saw. pun mengajari para sahabat untuk mengucapkan doa setiap kali mereka memasuki pekuburan, “Assalamualaikum ahla addiyar“.

Ke mana dan bagaimana para ruh akan berkumpul?

Allah swt. berfirman; “Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. an-Nisa’ [4]: 69) Kebersamaan ini tetap berlaku di dunia, alam kubur, dan di hari pembalasan. Seseorang akan bersama orang yang dicintainya di ketiga alam tersebut.

Mana yang lebih dulu diciptakan? Ruh dulu kemudian jasad atau sebaliknya?

ruh manusia diciptakan lebih dahulu daripada badannya. Allah swt. berfirman, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” (QS. Al-A’raf [7]: 172)

Selain fakta-fakta berdasarkan dalil-dalil al-Quran, hadis Nabi, dan beberapa pendapat ulama tepercaya tentang rahasia ruh & kematian, apa hal-hal lain yang dibahas dalam buku ini yang masih sangat relevan hingga masa sekarang?

Jika Anda ingin mengetahui fakta-fakta tentang rahasia ruh & kematian berdasarkan dalil-dalil al-Quran, hadis Nabi, dan beberapa pendapat ulama tepercaya.

Rahasia Ruh & Kematian adalah buku yang tepat untuk menuntaskan rasa penasaran Anda.

Karya fenomenal Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (1292-1350 M) ini telah banyak memandu manusia menemukan rahasia ruh & kematian yang cenderung misterius dan menakutkan.

TENTANG BUKU

Rahasia RUh & Kematian

Rahasia Ruh & Kematian

 

Penulis             : Ibnu Qayyim al-Jauziyyah

Ukuran             : 15.5 x 24 cm

Tebal                : 604 halaman

Cover                : Soft Cover                             

ISBN                 : 978-623-7327-41-7

Penerbit           : Turos Pustaka

DAFTAR ISI

 

Pertanyaan Pertama

Apakah Orang-Orang Mati Mengetahui Ziarah dan Salam Orang-Orang Hidup Kepada Mereka ataukah Tidak?

Pertanyaan Kedua

Apakah Arwah Orang-Orang Mati Dapat Saling Bertemu, Saling Berkunjung dan Saling Mengingatkan ataukah Tidak?

Pertanyaan Ketiga

Apakah Ruh Orang-Orang yang Masih Hidup Dapat Bertemu dengan Arwah Orang-Orang Mati?

Pertanyaan Keempat

Apakah Ruh Dapat Mati Ataukah yang Mati Hanya Jasad?

Pertanyaan Kelima

Setelah Ruh-Ruh Manusia Terpisah dari Tubuh, dengan Apakah Mereka Akan Dapat Saling Mengenal dan Bertemu? Apakah Ruh Itu akan Memiliki Bentuk Sesuai Bentuk Tubuhnya Dulu ataukah Seperti Apa?

Pertanyaan Keenam

Apakah Ruh Orang Mati Dikembalikan ke Tubuhnya di Dalam Kuburnya Saat Malaikat Menanyainya ataukah Tidak?

Pertanyaan Ketujuh

Bagaimana Jawaban Kita bagi Orang-Orang Ateis dan Zindik yang Mengingkari Adanya Siksa Kubur, Lapangnya Kubur, Sempitnya Kubur, Keadaannya sebagai Salah Satu Lubang di Antara Lubang-Lubang Neraka atau Salah Satu Taman di Antara Taman-Taman Surga, serta Keadaan Orang Mati yang Tidak Dapat Duduk di Dalamnya?

Pertanyaan Kedelapan

Apakah Hikmah Tidak Disebutkannya Siksa Kubur di Dalam al-Quran Meski Hal Itu Sangat Perlu untuk Diketahui dan Diimani agar Manusia dapat Mawas Diri dan Berhati-hati?

Pertanyaan Kesembilan

Apakah Hal-Hal yang Menyebabkan Disiksanya Para Penghuni Kubur?

Pertanyaan Kesepuluh

Hal-Hal Apakah yang Dapat Menyelamatkan dari Siksa Kubur?

Pertanyaan Kesebelas

Apakah Pertanyaan dalam Kubur Bersifat Umum Menyangkut Hak Semua Muslimin, Orang-Orang Munafik dan Orang-Orang Kafir; ataukah Bersifat Khusus Hanya Bagi Orang Muslim dan Munafik?

Pertanyaan Kedua Belas

Apakah Pertanyaan Munkar dan Nakir Hanya Khusus bagi Umat Ini ataukah Juga untuk Umat yang Lain?

Pertanyaan Ketiga Belas

Apakah Anak-Anak Diuji di Dalam Kubur Mereka?

Pertanyaan Keempat Belas

Apakah Siksa Kubur Berlangsung Berkelanjutan (Abadi) Ataukah Terhenti?

Pertanyaan Kelima Belas

Di Manakah Tempat Ruh Sejak Kematian Sampai Kiamat? Apakah di Langit ataukah di Bumi? Apakah Ruh Tinggal di Surga dan Neraka ataukah Tidak? Apakah Ruh Dimasukkan ke Dalam Jasad yang Bukan Jasadnya yang Dulu, Untuk Kemudian Ia Diberi Nikmat atau Disiksa Ataukah Ia Berdiri Sendiri?

Pertanyaan Keenam Belas

Apakah Ruh Orang-Orang yang Sudah Mati Dapat Memperoleh Manfaat dari Usaha yang Dilakukan Orang-Orang Hidup ataukah Tidak?

Pertanyaan Ketujuh Belas

Apakah Ruh Bersifat Kadim ataukah Bersifat Baru sebagai Makhluk?

Pertanyaan Kedelapan Belas

Apakah Penciptaan Ruh Lebih Dulu Daripada Penciptaan Jasad, ataukah Penciptaan Ruh Setelah Penciptaan Jasad?

Pertanyaan Kesembilan Belas

Apakah Hakikat Jiwa (Nafs)? Apakah Ia Salah Satu Bagian dari Tubuh, Salah Satu Tampilannya, ataukah Ia adalah Jisim yang Ditempatkan di Tubuh, ataukah Ia Merupakan Substansi yang Mandiri? Apakah Jiwa Sama dengan Ruh ataukah Berbeda? Apakah Ammârah, Lawwâmah, dan Muthma`innah Itu Satu Jiwa yang Sama dengan Tiga Sifat Itu ataukah Ketiganya Merupakan Tiga Jiwa yang Berbeda?

Pertanyaan Kedua Puluh

Apakah Jiwa dan Ruh Merupakan Entitas Tunggal ataukah Dua Entitas yang Berbeda?

Pertanyaan Kedua Puluh Satu

Apakah Jiwa Itu Satu ataukah Tiga?

Siapa penulis buku ini?

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (1292-1350 M) adalah ahli fikih, teolog, dan penulis produktif yang penting dari era abad pertengahan Islam. Beliau bergelar Imamul Muhaqqiqin wa Zudwatul Arifin (Pemuka Ahli Kebenaran dan Teladan Orang-orang Makrifat).

Lahir dalam tradisi keilmuan yang mumpuni, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berguru kepada banyak ulama terkenal saat itu. Banyaknya guru dan lamanya masa studi membuat Ibnu Qayyim al-Jauziyyah terkenal sebagai salah satu tokoh penting Islam Abad Pertengahan.

Dalam bidang ilmu tafsir, penguasaannya dianggap tiada tandingannya. Pemahamannya terhadap ilmu ushuluddin telah mencapai puncaknya. Pengetahuannya terhadap hadits, makna hadis, serta istinbath-istinbath rumitnya sulit ditemukan tandingannya.

Tidak hanya itu, ia juga sangat memahami dan menguasai tentang ilmu suluk, ilmu kalam, dan isyarat-isyarat yang sering digunakan oleh para ahli tasawuf. Selain memiliki banyak murid yang terkenal, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah juga merupakan ulama yang sangat produktif dalam menulis.

5 ALASAN MENGAPA ANDA WAJIB MEMILIKI BUKU INI?

Berapa investasi untuk buku langka dan penuh manfaat ini?

Menimbang besarnya minat para pelanggan setia kami dan dahsyatnya manfaat yang dikandung buku ini, awalnya 1 buku seharga:

Rp 149.500,-

Dapat Diskon PEMBELIAN HARI INI menjadi

Rp 112.125,-

Kami memutuskan untuk memberikan TAMBAHAN 1 E-BOOK khusus untuk pembelian hari ini agar Anda bisa langsung merasakan kedahsyatan 2 BUKU sekaligus dengan harga yang sama.

BONUS E-BOOK

belajar cinta dari burung pipit ebook

SENILAI

Rp 69.500,-

GRATIS

Apa keuntungan dan kemudahan yang akan Anda dapatkan saat membeli buku kami ?

PELAYANAN

Customer Service kami akan melayani Anda dengan sebaik mungkin dan membantu bila Anda mengalami kendala

100% ORIGINAL

Produk yang Anda terima 100% terbitan kami

PROSES CEPAT

Setiap rekap order masuk langsung kami proses agar bisa kirim di hari yang sama, agar barang segera sampai di tangan customer

PEMBAYARAN

Untuk keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi, kami juga melayani sistem bayar di tempat waktu barang tiba atau COD

KEAMANAN TRANSAKSI

Kami memberikan jaminan penukaran barang yang sama jika barang yang Anda terima rusak atau cacat saat di cetak.

Testimoni

Ribuan Customer telah puas dengan pelayanan dan produk original kami, kini giliran Anda

Tunggu apa lagi. Penawaran spesial ini terbatas. Pesan sekarang sebelum kehabisan.

Luasnya Ilmu Pengetahuan dan Penuhnya Hikmah, adalah aset yang sangat berharga

ANDA JUGA BISA PESAN DI OFFICIAL MARKETPLACE KAMI

BONUS BERLAKU HANYA UNTUK 500 PEMBELI PERTAMA

BERAKHIR DALAM WAKTU

BONUS BERLAKU HANYA UNTUK 500 PEMBELI PERTAMA

PERINGATAN!!! JANGAN TERGIUR DENGAN HARGA MURAH, TAPI TERNYATA BUKUNYA BAJAKAN, KW ATAU PHOTOCOPY!