Kitab Halal & Haram

Rp 89,000

Berat 300 gram
Dimensi 21 × 14 × 3 cm
Penulis

Imam al-Ghazali

Cover

Soft Cover

Cetakan

Juli 2025

Halaman

336

ISBN

978-6238-661-19-0

ISBN 9786238661190 Genre Buku Tag
Dapatkan buku ini di:

Dapatkan juga di marketplace:

Informasi Buku

Kitab Halal & Haram: Menelusuri Jalan Rezeki: dari Mana Kita Memperolehnya dan ke Mana Ia Membawa Kita

“Itulah yang disuguhkan kitab ini. Ia tidak hanya mengajarkan hukum, tetapi juga hikmah. Ia tidak hanya membedakan yang boleh dan tidak boleh, tetapi juga menanamkan rasa malu kepada Allah. Sebab, sering kali kita tidak berdosa secara hukum, tapi sudah melanggar adab spiritual.”
—Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar

BACK COVER

Pernahkah kita berhenti sejenak, memandangi sepiring nasi atau segelas kopi di hadapan kita, lantas bertanya: Dari mana semua ini berasal? Apakah rezeki ini datang dari jalan yang betul-betul bersih? Sudah berapa lama kita membiarkan diri menelan apa saja tanpa
bertanya, asal kenyang, asal cukup, asal lewat begitu saja?

Kitab Halal & Haram—fragmen dari Iḥyâ` ‘Ulûmiddîn—mengajak kita menengok hal-hal yang tampak remeh tapi sebetulnya menentukan arah hidup: Rezeki berbentuk upah, hadiah, hingga pemberian pemerintah. Dalam kitab ini, Imam al-Ghazali tak sekadar menyuguhkan daftar hitam-putih soal halal dan haram, tetapi juga etika yang melandasi keduanya. Ia membahas pentingnya mencari rezeki halal, menguraikan jenis-jenis benda haram dan syubhat, menerangkan cara menyikapi pemberian kerabat, hingga mendedah etika berinteraksi dengan pemerintah.

Inilah cahaya temaram di tengah dunia yang kian suram. Sebuah kitab yang tak menyuguhkan jawaban instan, tetapi menyisipkan kegelisahan yang justru menyelamatkan: Agar kita mulai bertanya kembali, agar kita selalu ingat bahwa hidup yang tak pernah dipertanyakan ulang adalah hidup yang maknanya perlahan hilang.

SINOPSIS

Kitab ini merupakan bagian keempat dari pembahasan tentang adab dalam karya agung Imam al-Ghazali, Iḥyâ` ‘Ulûmiddîn. Ia tak hanya membahas hukum halal dan haram dari sudut pandang fikih, tapi menggali akar terdalam dari bagaimana rezeki yang kita peroleh bisa memengaruhi kejernihan hati, diterima atau tidaknya amal, bahkan keselamatan di akhirat.

Al-Ghazali menjelaskan dengan sangat rinci sumber-sumber harta yang halal dan yang haram, baik karena bendanya maupun karena cara memperolehnya, serta bagaimana sikap seorang muslim terhadap harta dan perkara yang syubhat. Lebih dari itu, kitab ini juga membahas tentang tobat dari harta haram. Bukan hanya dari sisi niat, melainkan juga tata cara yang benar dalam memisahkan harta yang bercampur, menyalurkannya, dan menyucikan diri darinya.

Imam al-Ghazali juga membahas fenomena sosial yang dekat dengan realitas umat Islam: bagaimana bersikap terhadap pemberian penguasa, bagaimana batasan dalam berinteraksi dengan mereka, dan bagaimana menjaga integritas dalam dunia yang dikelilingi kekuasaan dan kepentingan. Ia tidak hanya memberikan hukum, tapi juga menanamkan rasa takut kepada Allah dan kesadaran spiritual yang tinggi.

Lebih dari sekadar kumpulan fatwa hukum, kitab ini adalah refleksi mendalam tentang pentingnya spiritualitas dalam pengelolaan harta. Al-Ghazali tidak hanya menyuguhkan dalil fikih, tetapi juga menghadirkan hikmah dari hadis, atsar sahabat, serta kisah para salaf. Ia mengajak kita untuk membangun kesadaran moral yang tinggi, bahwa makanan yang masuk ke dalam perut bukan sekadar asupan fisik, tapi energi yang membentuk jiwa dan menentukan nasib akhirat.

DAFTAR ISI
Peta Buku
Pengantar Penerbit
Pengantar Ahli
Pengantar Penulis

HALAL-HARAM
Keutamaan Rezeki Halal dan Tercelanya Rezeki Haram
● Dalil al-Quran
● Dalil Hadis
● Dalil Atsar
Jenis serta Sumber Harta Halal dan Haram
● Haram karena Bendanya
● Haram karena Salah dalam Cara Memperolehnya
Tingkatan Halal-Haram dan Level Wara
● Contoh dan Dalil Empat Level Wara
Kesimpulan

SYUBHAT

Tingkatan Syubhat
Pemicu Terjadinya syubhat
● Ragu pada Sebab yang Menghalalkan dan Mengharamkan
● Ragu karena Bercampurnya Harta
● Ragu karena Sumber Kehalalannya Mengandung Maksiat
● Ragu karena Dalilnya Kontradiktif
Kesimpulan

STATUS BARANG PEMBERIAN

Status Pemilik Barang
● Pemilik Tidak Diketahui
● Pemilik Diragukan
● Pemilik Diketahui karena Ada Bukti
Status Barang
● Menerima Pemberian Orang Berpenghasilan Haram

● Menerima Makanan dari Orang yang Hartanya Mengandung Haram
● Pemberian Pengelola Dua Dana Sosial
● Membeli Rumah di Perumahan yang Ada Rumah Syubhat
● Menyinggung Seseorang karena Bertanya Hartanya
● Menanyakan Harta Kawan Karib
● Berbohong tentang Status Harta yang Haram
● Informasi yang Kontradiktif
● Membeli Barang yang Mirip dengan Barang Haram
● Sampai Mana Harus Menanyakan Sumber Harta?
● Tujuh Prinsip Menilai Harta yang Tercampur

BERTOBAT DARI HARTA HARAM

Memisahkan Harta Haram
● Harta yang Memiliki Padanan
● Harta dengan Kriteria Khusus
● Tanah Dirampas Penguasa lalu Dikembalikan Sebagian
● Bertobat dari Harta Penguasa Zalim
● Warisan dari Pemilik Harta Syubhat
Tempat Penyalurannya
● Dalil Menyedekahkan Harta Haram
● Harta Penguasa dan Harta Warisan Tak Bertuan
● Harta Temuan yang Tidak Bertuan
● Bertemunya Harta Halal, Haram, dan Syubhat
● Etika Bersedekah Barang Haram kepada Kaum Miskin
● Orang Tua Berpenghasilan Haram
● Ibadah Duniawi dengan Harta Haram
● Haji dengan Harta Haram
● Memakan yang Halal Selama Berhaji
● Warisan Orang Tua Mengandung Syubhat

HARTA PEMBERIAN PEMERINTAH

Pendapatan Pemerintah
● Harta dari Orang Kafir
● Harta dari Umat Islam
Alokasi Pendapatan Pemerintah
● Jizyah
● Warisan dan Harta telantar Tak Bertuan
● Wakaf Tak Terurus
● Tanah yang Dihidupkan Pemerintah
● Harta yang Dibeli Pemerintah

● Pajak dari Kaum Muslimin
● Harta dari Rekan Pengusaha
● Uang Kas Negara
Menerima Pemberian Pemerintah
Wara terhadap Harta Pemerintah
Pemerintah Dulu vs. Pemerintah Sekarang
Kriteria Penerima Sesuai Syariat
Nominal Pemberian Sesuai Syariat
Pertimbangan sebelum Menerima Pemberian
Pemerintah Zalim

ETIKA BERINTERAKSI DENGAN PEMERINTAH

Sengaja Mendatangi Pemerintah
● Dalil Larangan Bergaul dengan Pemerintah
● Hukum Bergaul dengan Pemerintah dalam Fikih
● Uzur Boleh Mendatangi Pemerintah
Pemerintah yang Datang
● Hammad bin Salamah dan Dinar Pemerintah
Menjauhi Pemerintah
Interaksi Ulama dengan Pemerintah
● Sindiran Thawus al-Yamani
● Kegigihan Sufyan ats-Tsauri
● Nasihat para Ahli Kebenaran
● Rasa Penasaran Sulaiman bin Abdul Malik
● Nasihat untuk Mu’awiyah
Tipu Daya Setan dalam Mendatangi Pemerintah
Syarat Boleh Menerima Pemberian Pemerintah
Korupsi untuk Dibagikan
Berbisnis dengan Pemerintah
Berdagang di Pasar yang Dibangun Pemerintah
Berbisnis dengan Kabinet Pemerintahan Zalim
Fasilitas Umum yang Dibangun Pemerintahan Zalim
Jalan yang Dibangun Pemerintah di atas Tanah Gasab
SERBANEKA PERTANYAAN

Pengelola Dana Sumbangan Masyarakat
Kriteria Sufi
Wakaf untuk Sufi
Hadiah vs. Suap
● Pemberian untuk Pahala Akhirat

● Pemberian untuk Imbalan
● Pemberian untuk Bantuan Materi
● Pemberian untuk Disukai Penerima
● Pemberian untuk Niat Terselubung
Biografi Singkat Imam al-Ghazali

SIAPA PENULIS BUKU INI?

Imam al-Ghazali lahir di Thus pada 1058 M dan wafat di kota yang sama pada 1111 M. Ia adalah seorang sufi, teolog, dan filsuf muslim terkemuka. Imam al-Ghazali berasal dari keluarga yang miskin. Ayahnya mempunyai cita-cita yang tinggi, yaitu ingin anaknya menjadi orang alim dan shalih. Imam al-Ghazali banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan umat Islam.

Ia dianggap sebagai Mujaddid, Sang Pembaharu, dari abad ke-5. Sang Mujaddid itu sendiri—sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis Nabi—akan muncul setiap 100 tahun sekali untuk memulihkan keimanan umat Islam. Karya-karya Imam al-Ghazali sangat diakui oleh orang-orang sezamannya, sehingga beliau pun dianugerahi gelar kehormatan sang “Hujjatul Islam” (Argumentator Islam).

INTISARI BUKU

● Rezeki halal menyucikan amal; rezeki haram merusak hati dan ibadah
● Halal-haram ditentukan dzat, cara perolehan, dan status kepemilikan
● Syubhat harus dihindari karena membuka jalan ke yang haram
● Wara berjenjang dari menjauhi haram hingga membatasi yang halal
● Harta haram wajib dilepas; tobat tanpa tindakan tak diterima
● Harta pemerintah dan penguasa zalim rawan syubhat, perlu kehati-hatian
● Interaksi dengan penguasa harus demi maslahat syar’i, bukan ambisi


KEISTIMEWAAN BUKU

● Mengaitkan halal-haram dengan penyucian jiwa
● Membahas empat tingkatan wara secara sistematis
● Menjelaskan dampak harta pada diterimanya ibadah
● Menggabungkan dalil hadis, atsar salaf, dan hikmah tasawuf

● Membedah status harta pemerintah dan penguasa zalim
● Menetapkan ilmu halal-haram sebagai fardhu ‘ain
● Menawarkan keseimbangan wara dan realitas hidup

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Kitab Halal & Haram”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buku Rekomendasi