Menjalin Ikatan Cinta Allah swt.

Rp 99.500

4 Tahapan Hakikat Menjadi Kekasih-Nya

Penulis             : Aisyah al-Ba’uniyah

Genre               : Agama Islam (Tasawuf)

Halaman         : 296 halaman

Ukuran            : 14 x 21 cm

Cover               : Hard Cover

ISBN                : 978-623-7327-52-3

Penerbit          : Turos Pustaka

Cetakan           : 1, April 2021

Stok 864

MENJALIN IKATAN CINTA ALLAH SWT. – “Katakanlah (Muhammad saw.), ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Āli ‘Imrân[3]: 31)

Cinta adalah fitrah manusia. Sesuatu yang suci, bersih, dan mendamaikan. Namun di kehidupan dunia modern yang serba material ini, cinta justru kerap kali menjadi malapetaka dan bumerang bagi kebanyakan manusia. Apalagi ketika kita mencintai sesuatu yang tak layak dicintai, atau ketika kita tidak tahu cara mencintai dengan benar. Padahal, sejatinya hanya kepada Allah-lah cinta yang paling tinggi kita persembahkan, dan hanya kepada-Nya kita semua kembali.

Kitab sufi karya Syaikhah Aisyah al-Ba’uniyah (1460-1517) ini, merupakan salah satu kitab rujukan terbaik untuk kita menjalin ikatan cinta dengan Allah swt. Sebuah kitab yang tidak saja memberikan 4 tahapan spiritual yang jelas untuk mencapai cinta-Nya, tapi juga untuk membersihkan jiwa dan kembali kepada-Nya.

Setelah Rabiah Adawiyah (713-801 M), inilah tokoh sufi wanita terbesar umat Islam yang dikenal dunia. Sangat produktif di bidang keilmuan dan kepenyairan hingga UNESCO pun memperingati 500 tahun kehadirannya. Buku ini adalah salah satu karya yang perlu kita baca untuk mengetahui lebih jauh ajaran cinta Aisyah al-Ba’uniyah.

 

Siapa penulis buku ini?

Aisyah al-Ba’uniyah (1460-1517 M) adalah sufi wanita terbesar setelah Rabiah al-Adawiyah. Seorang mursyid tarekat Qadiriyah yang juga dikenal sebagai penyair ternama dan penulis yang sangat produktif dari Damaskus. Dia menulis lebih banyak karya bahasa Arab dibanding wanita mana pun sebelum abad ke-20. Namun terlepas dari pencapaian kesusastraan dan keagamaannya yang luar biasa, karya Aishah al-Ba’uniyyah sebagian besar masih belum ditemukan. Selain menguasai bidang tasawuf dan sastra, dia juga merupakan ahli ilmu fikih.

 

Apa keunggulan buku ini?

  • Pertama kali diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia
  • Ditulis oleh seorang sufi wanita terbesar setelah Rabiah al-Adawiyah
  • Pada setiap bagian penjelasan diselingi dengan puisi
  • Penjelasan dilengkapi dengan teks al-Quran, hadis, dan ucapan para sufi
  • Karya tasawuf klasik yang ditulis lebih dari 500 tahun yang lalu

 

Mengapa harus dibaca?

  • Cocok untuk siapa saja yang ingin mendapatkan ketenangan jiwa
  • Penjelasannya mudah dipahami dan dilengkapi dengan catatan kaki
  • Membahas hubungan cinta dengan Allah dan juga makhluk-Nya
  • Dilengkapi keterangan pada tiap tokoh yang disebutkan
  • Terjemahan enak dibaca

 

Apa saja isi buku ini?

4 tahapan hakikat untuk menjadi kekasih Allah:

  1. Tobat: Menyesali dosa dan hanya kembali kepada-Nya semata
  2. Ikhlas: Memurnikan niat dan ketaatan hanya untuk-Nya
  3. Dzikir: Mengingat-Nya tanpa mengharap imbalan apa-apa
  4. Mahabbah: Menenggelamkan diri dalam ikatan cinta-Nya

 

Daftar isi

Pengantar Penerbit—v

Peta Buku—xvi

Mukadimah Penulis—1

Prinsip Pertama          Tobat—5

Prinsip Kedua              Ikhlas—45

Prinsip Ketiga              Zikir—81

Prinsip Keempat          Mahabbah (Cinta)—127

Biografi Aisyah al-Ba’uniyah—199

Teks Bahasa Arab Al-Muntakhab fî Ushûl

ar-Rutab fî ‘Ilm at-Tashawwuf—205

 

Apa Kata Mereka tentang Buku Ini?

“Aisyah al-Ba’uniyah adalah salah satu sufi wanita terbesar dalam sejarah Islam. Seorang guru sufi dan penyair Arab, karyanya di bidang agama mencakup tema yang sangat luas dengan standar yang luar biasa pada masanya. Pada masa Islam abad pertengahan, banyak cendekiawan wanita yang dihormati, tetapi mereka jarang membuat karya sendiri. Aisyah al-Ba’uniyah, bagaimanapun adalah seorang penulis wanita yang sangat produktif. Dia menyusun lebih dari dua puluh karya, dan kemungkinan besar menulis lebih banyak prosa dan puisi Arab daripada wanita Muslim lainnya sebelum abad ke-20.”

Th. Emil Homerin – Peneliti Aisyah al-Ba’uniyah, Profesor bidang agama dan kajian Arab klasik di University of Rochester

 

“Ini merupakan buku panduan tasawuf yang menjelaskan dengan baik tentang ajaran dan bacaan yang bersumber dari tradisi sufi. Sufisme di buku ini digambarkan sebagai pohon dengan banyak cabang, tetapi pohon tersebut hanya memiliki empat akar esensial: tobat, ikhlas, zikir, dan cinta. Masing-masing prinsip ini dibahas dalam bagian terpisah, dan masing-masing bagian tersebut mengutip sejumlah tradisi sufisme dan kenabian. Aisyah menjabarkan dengan mengutip ulama klasik, para guru Sufi, dan mengelaborasinya dengan pengamatan dan syair puitisnya sendiri.”

Ros Ballaster – Pengajar sastra dan kajian perempuan, Profesor bidang studi abad ke-18,  di University of Oxford

 

Kutipan dari buku

  • Keluhan kerinduan tidak pernah masuk akal

Bagi orang yang tidak pernah mengalami perpisahan

  • Barang siapa masih melihat keikhlasan dalam amalan

Ia masih butuh belajar mengikhlaskan

  • Kuhapus namaku dan jejak tubuhku

Aku menghilang dariku selagi ada-Mu

Dalam fanaku telah fana kefanaanku

Dalam fanaku aku menemukan-Mu

  • Dengan mengejar pujian dan sanjungan dari amalan

Sesungguhnya engkau tengah mencari kemustahilan

Orang berhati riya pasti bakal dikecewakan Tuhan

Segala upaya dan kepayahan di mata Tuhan terbatalkan

Barang siapa berharap bisa bertemu Tuhannya

Harus beramal dengan tulus lantaran takut pada-Nya

Surga neraka berada dalam genggam kuasa-Nya

  • Tobat tidak sah tanpa tiga syarat: menyesali dosa, melepaskan diri darinya, dan memiliki tekad untuk tidak mengulanginya. Tobat tidak sah tanpa salah satu dari ketiganya. Demikian aturan hukum tobat dari dosa antara seorang hamba dan Tuhannya.Berzikir atau mengingat Allah itu lebih berat ketika sudah terlepas dari hasrat meminta imbalan. Ketimbang mengingat Allah lantaran mengharap ganjaran, entah karena takut siksaan-Nya atau ingin memperoleh pahala-Nya.
  • Sebuah amal membutuhkan empat perkara supaya selamat dari riya: ilmu sebelum memulainya, niat pada permulaannya, sabar selama prosesnya, dan ikhlas sesudah selesai menunaikannya.
  • Bagaimana mahabbah ini diperoleh seorang hamba? Bagaimanapun juga, mahabbah adalah anugerah murni Ilahi dan kemurahan Allah swt. semata, Dia akan memilih hamba mana yang dikehendaki-Nya.

 

menjalin ikatan cinta allah

Informasi Tambahan

Berat 450 g
Dimensi 14 × 21 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Menjalin Ikatan Cinta Allah swt.”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Chat support
Buku Menjalin Ikatan Cinta Allah swt. ini bisa menjadi milik anda hanya dengan harga Rp 99.500
Bila ada yang ingin ditanyakan, silahkan menghubungi kami. Terimakasih

Stok 864