Bundling Kitab Puasa dan Nasihat Pernikahan

Rp 150.000

Kitab Puasa

Tuntunan Lengkap Puasa dari Hujjatul Islam dan Sulthanul Ulama

Penulis             : Imam al-Ghazali & Syekh Izzuddin bin Abdussalam

Genre              : Agama Islam/Fikih

Halaman         : 300 (BW)

Ukuran             : 13 x 19 cm

Sampul            : Soft Cover

ISBN                 : 978-623-7327-67-7

Penerbit          : Turos Pustaka

Cetakan           : 1, Maret 2021

 

Nasihat Pernikahan

Penulis             : Imam al-Ghazali

Penerjemah    : Fuad Syaifudin Nur

Genre               : Agama Islam

Halaman         : 324 hal

Ukuran            : 14 x 21 cm

Cover               : Soft Cover

ISBN                : 978-623-7327-43-1

Penerbit          : Turos Pustaka

Cetakan           : September 2020

KITAB PUASA : Tuntunan Lengkap Puasa dari Hujjatul Islam dan Sulthanul Ulama

Kitab Puasa – Tiap kali terjadi peristiwa baru dalam kehidupan umat, pasti akan memunculkan permasalahan fikih baru yang mendesak untuk dijawab. Sebab itulah ilmu fikih harus terus berkembang seiring bergulirnya kehidupan umat Islam. Termasuk juga permasalahan tentang puasa.

Kitab Puasa hadir sebagai tuntunan lengkap berbagai masalah fikih kontemporer seputar puasa yang disusun berdasarkan rujukan karya para ulama. Jadi, selain berisi uraian penuh hikmah dari kitab Asrar ash-Shaum (Rahasia-Rahasia Puasa) karya Imam al-Ghazali dan Maqashid ash-Shaum (Haluan-Haluan Puasa) karya Syekh Izzuddin bin Abdussalam, buku ini juga dilengkapi dengan 30 tanya jawab terkini.

Menariknya lagi, buku ini tidak hanya membahas puasa dari aspek hukum Islam (fikih) saja. Akan tetapi dapat dilihat aspek spiritualnya (tasawuf). Sang Hujjatul Islam banyak mendedah sisi ruhani yang terkandung di balik rahasia puasa. Sedangkan Sulthanul Ulama, meski sama-sama berlatar tasawuf, lebih banyak menyoroti aspek hukum Islam puasa berlandaskan pada nash al-Quran dan sunah Nabi.  Sebuah kolaborasi yang sangat dahsyat dari dua ulama hebat.

Siapa penulis buku ini?

Imam al-Ghazali (1058-1111 M) memiliki gelar Hujjatul Islam (argumentasi agama Islam). Karena pamor keilmuannya yang mumpuni, Imam al-Ghazali pada masanya menjadi rujukan utama dalam berbagai bidang keilmuan dan memiliki banyak karya tulis yang beragam. Banyak karyanya yang hingga hari ini dikaji di pesantren-pesantren Indonesia. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Ihya’ Ulumiddin  dan Mihajul Abidin.

Syekh Izzuddin bin Abdussalam (1181–1262 M) digelari Sulthanul Ulama (raja para ulama). Seorang ulama yang sangat produktif. Syekh Izzuddin dikenal sebagai seorang ulama yang sangat alim dan selalu mengamalkan keilmuannya. Seorang yang zuhud dan tidak segan mengritik kezaliman penguasa di masanya. Karyanya yang sangat terkenal adaah Syajarah al-Ma’arif.

Apa saja isi buku ini?

  • Tuntunan fikih dan tinjauan aspek tasawuf puasa
  • Keutamaan dan amalan berpuasa
  • Etika dalam menjalankan ibadah puasa
  • Waktu dan sesuatu yang dianjurkan/dilarang dalam puasa
  • Tanya jawab persoalan puasa masa kini

Mengapa buku ini ditulis?

  • Untuk memahami aspek hukum (fikih) dan aspek spiritual (tasawuf) puasa
  • Jawaban atas berbagai masalah puasa yang muncul hari ini
  • Pegangan untuk menjalankan ibadah bulan puasa

Apa keunggulan buku Ini?

  • Ditulis oleh dua ulama besar bergelar Hujjatul Islam dan Sulthanul Ulama
  • Menggali pensyariatan dan keutamaan puasa dari nash al-Quran dan sunah
  • Relevan dengan permasalahan puasa yang dihadapi umat saat ini
  • Diberi pengantar ahli oleh pendiri Rumah fiqih Indonesia (RFI), Ustadz Ahmad Sarwat, Lc., MA
  • Menyoroti berbagai aspek puasa, tidak hanya segi fikih saja

 

Daftar Isi

Peta Buku—ix

Pengantar Ahli—xi

Pengantar Penerbit—xvii

Prolog—xxiii

Kitab I  Asrar ash-Shaum—1

Mukadimah—3

Keutamaan dan Anjuran Berpuasa—4

Bagian Pertama: Syarat Sah Puasa—17

Kewajiban sebab Meninggalkan Puasa

Amalan sunah dalam Puasa

Bagian Kedua: Rahasia dan Syarat-syarat

Batiniah Puasa—29

Ruh Puasa

Bagian Ketiga: Puasa Sunah dan Aturan-Aturannya—49

Penutup—61

Kitab II Maqashid ash-Shaum—63

Pasal Pertama: Kewajiban Berpuasa—65

Pasal Kedua: Keutamaan-keutamaan Berpuasa—67

Pasal Ketiga: Adab dan Etika Berpuasa—82

Pasal Keempat: Hal-hal yang Harus Dihindari

dalam Berpuasa—89

Pasal Kelima: Meraih Lailatul qadar—94

Pasal Keenam: I’tikaf, Bersedekah, dan Membaca al-Quran di bulan Ramadhan—100

Pasal Ketujuh: Menyambung Puasa Ramadhan

dengan Enam Hari di bulan Syawal—104

Pasal Kedelapan: Puasa Mutlak—105

Pasal Kesembilan: Puasa Sunah—107

Pasal Kesepuluh: Hari-hari yang Dilarang

untuk Berpuasa—118

30 TANYA JAWAB SEPUTAR PUASA—123

01        Apakah Vaksin Dapat Membatalkan Puasa? —125

02        Tidak Sempat Sahur dan Lupa Berniat, Apakah Puasa Sah? —130

03        Benarkah Menangis Membatalkan Puasa? —133

04        Hukum Minum Obat Penunda Haid Ketika Puasa—138

05        Bekam dan Keramas Saat Puasa, Bolehkah? —143

06        Apakah Maksiat Membatalkan Puasa? —147

07        Apa Hukum Puasa Ramadhan Tapi Tidak Shalat Lima Waktu? —151

08        Sahur saat Azan Subuh, Bolehkah? —157

09        Apakah Tidur Seharian Bisa Membatalkan Puasa—161

10        Bolehkah Menggosok Gigi di Siang Hari Saat Puasa? —165

11        Apakah Muntah Dapat Membatalkan Puasa? —169

12        Siapa Saja yang Wajib Membayar Fidyah Puasa? —173

13        Bagaimana Ketentuan Qadha Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui? —177

14        Kapan Waktu Pelaksanaan Qadha dan Pembayaran Fidyah Puasa? —180

15        Apakah Gosip Membatalkan Puasa? —184

16        Pekerja yang Boleh Tidak Berpuasa dan Ketentuannya—188

17        Mimpi Basah di Siang Bolong Apakah Membatalkan Puasa? —193

18        Apakah Masturbasi Membatalkan Puasa? —197

19        Bolehkah Membersihkan Telinga dan Mengupil Saat Puasa? —199

20        Apakah Mencium Istri atau Suami Membatalkan Puasa? —203

21        Bolehkah Suntik Insulin Karena Pengobatan Saat Puasa? —206

22        Bolehkah Tidur Lagi Setelah Sahur dan Shalat Subuh? —209

23        Bolehkah Berniat Puasa Sekaligus Diet? —212

24        Batalkah Puasa Jika Melihat Aurat? —215

25        Apakah Donor Darah Membatalkan Puasa? —219

26        Apa Hukum Menggunakan Tetes Mata dan Telinga Saat Berpuasa? —222

27        Apakah Orang Junub Boleh Berpuasa Tanpa Mandi Lebih Dulu? —227

28        Sejak Kapan Anak-anak Harus Diajarkan Berpuasa? —230

29        Bagaimana Utang Puasa Ramadhan Tahun Lalu Belum Dibayar Sampai Tahun Berikutnya? —233

Hukum dan Ketentuan Zakat Fitrah

30        Apakah Cuci Darah Membatalkan Puasa? —239

 

 

Nasihat pernikahan karya imam al-ghazali

NASIHAT PERNIKAHAN Karya Imam al-Ghazali – Pernikahan merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah swt. Tapi mengapa, meski bertujuan mulia, banyak pernikahan yang tidak bahagia dan berakhir cerai? Bahkan, pasangan yang dianggap paling serasi sekalipun tak luput dari isu perceraian keluarga.

Sebenarnya, bagaimana agar pernikahan kita selalu mendapatkan kondisi sakinah mawadah wa rohmah, serta tidak karam sebelum sampai tujuan? Pertama, yang perlu diingat, tidak ada pernikahan yang sempurna. Kebahagiaan pernikahan adalah proses yang dilalui bersama. Kedua, ikuti saja Nasihat Pernikahan karya Imam al-Ghazali ini.

Ditulis sejak abad ke-12 M, buku ini merupakan kitab referensi abadi soal pernikahan yang sederhana tapi mengena, dan masih kontektual dengan zaman sekarang. Dalam buku ini, beliau memberikan nasihat-nasihat dasar soal persiapan pernikahan, prosesi pernikahan hingga kiat-kiat menekan syahwat perut dan kemaluan. Sebuah buku yang sangat penting untuk siapa pun yang mau menikah maupun pasangan yang sudah menikah, guna mewujudkan keluarga yang samawa (sakinah, mawaddah wa rohmah).

Siapa penulis buku ini?

Hujjatul Islam al-Imam Abu Hamid al-Ghazali Muhammad bin Muhammad bin Muhammad ath-Thusi, yang memiliki nama panggilan Zainuddin. Ia lahir di kota Thus, Khurasan pada tahun 450 H. Pada masa kanak-kanak, al-Ghazali belajar ilmu fikih kepada al-Imam Ahmad ar-Radzkani di desa Thus. Kemudian ia pergi ke kota Jurjan untuk belajar kepada Imam Abu Nashr al-Isma’ili.

Al-Ghazali mengunjungi Kota Naisabur dan tinggal bersama Imam al-Haramain Abu al-Ma’ali al-Juwaini (419–478 H). Ia pun giat belajar hingga berhasil menguasai kitab al-Muhadzdzab asy-Syâfî’i, masalah-masalah khilafiah, seni berdebat, dua ilmu ushul (ushuluddin dan ushul fikih), serta logika. Ia juga mendalami ilmu kalam dan filsafat.

Al-Ghazali mendatangi kota Baghdad saat berusia 34 tahun. Ketika al-Ghazali mengajar di Madrasah Nizhamiyah, keulamaan al-Ghazali mencapai puncaknya. Majelisnya dihadiri oleh sekitar empat ratus ulama besar, pengikutnya banyak, mengungguli jumlah pengikut para pembesar dan penguasa pemerintahan. Ia menjadi Imam Irak setelah menjadi Imam Khurasan, seperti dikatakan oleh sejawatnya, Abdul Ghafir.

Pada fase ini, al-Ghazali melakukan pembaharuan dalam mazhab fikih. Ia menyusun berbagai karya, mendokumentasikan masalah-masalah khilafiah, dan mengarang kitab tentang ushul fikih.

Al-Ghazali tidak lama tinggal di Naisabur, dan tidak lama pula mengajar di Madrasah Nizhamiyah. Ia meninggalkan tempat itu dan kembali ke Thus. Di dekat rumahnya, ia membangun madrasah untuk para pencari ilmu yang menitikberatkan pada pengajaran tasawuf. Ia pun membagi waktu untuk beberapa kegiatan; menghafal al-Quran, belajar bersama para pendidik hati, mengajar para murid, serta melanggengkan shalat dan puasa. Hal itu dimaksudkan agar waktunya dan orang-orang yang ada di dekatnya tak pernah tanpa guna.

Akhir perjalanannya adalah ketika ia memusatkan perhatiannya untuk mempelajari hadis-hadis Nabi saw. Ia pun belajar kepada para ahli hadis dan mendalami Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Imam al-Ghazali wafat di Thus pada hari Senin tanggal 14 Jumadil Akhir tahun 505 H. Semoga Allah memberinya limpahan rahmat, anugerah, dan kedermawanan-Nya.

 

Apa keunggulan buku ini?

  • Ditulis oleh sang Hujjatul Islam Imam al-Ghazali, tokoh yang sangat dihormati oleh kalangan ahli sunah waljamaah.
  • Buku ini diambil dari intisari kitab Ihya Ulum ad-Din yang berkaitan dengan pernikahan dan syahwat.
  • Dikemas secara modern sehingga mudah dibaca dan menggunakan bahasa yang umum
  • Dilengkapi peta buku untuk memudahkan pembaca memahami isi buku
  • Best Seller Nasional Telah Terjual Belasan Ribu Eksemplar

 

Apa saja isi buku ini?

  • Nasihat-nasihat pernikahan
  • Kiat-kiat menahan nafsu

 

Nasihat Pernikahan

 

 

 

Informasi Tambahan

Berat 900 g
Dimensi 4 × 13 × 19 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Bundling Kitab Puasa dan Nasihat Pernikahan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga suka…

Open chat
1
Chat support
Buku Bundling Kitab Puasa dan Nasihat Pernikahan ini bisa menjadi milik anda hanya dengan harga Rp 150.000
Bila ada yang ingin ditanyakan, silahkan menghubungi kami. Terimakasih