“Safînah an-Najâh versi Turos disajikan dengan ilustrasi yang membantu dan penjelasan
yang lebih mudah diikuti sehingga belajar tidak terasa berat, terutama bagi yang baru
mulai.”
— Habib Isa Alkaff, Pendakwah dan Kreator Konten Keislaman
SINOPSIS
The Visual Fiqh adalah terjemahan dari Safînah an-Najâh, kitab fikih Syafi’i karya Syekh Salim al-Hadhrami. Keistimewaannya yang ringkas dan langsung membahas syarat, rukun, dan pembatal ibadah sehari-hari (bersuci, shalat, zakat, dan puasa) menjadikan karya ini sangat terkenal di masyarakat muslim dunia. Kesederhanaan dan kemudahan narasinya dibuktikan dengan cara penulisnya memaparkan pembahasan dengan metode poin-poin instruksi praktis.
Semangat dari kitabnya yang sangat cocok untuk pemula ini disampaikan ulang dengan penyajian yang baru. Buku The Visual Fiqh ini memaparkan seluruh isi Safînah an-Najâh dalam bentuk ilustrasi. Perubahan cara penyajian ini tidak mereduksi substansi kitabnya dan justru terdapat informasi tambahan dari rujukan kredibel lainnya. Dengan demikian, isi yang penuh visual ini akan menjadikan buku ini panduan dalam memahami hukum Islam keseharian yang asik dibaca.
PENULIS
Syekh Salim bin Abdullah bin Sumair al-Hadhrami adalah sosok ulama yang menguasai ilmu keislaman dan politik. Lahir di Dzu Ashbah, salah satu desa di Hadramaut, Yaman, Syekh Salim sejak belia sudah belajar al-Quran dari ayahnya yang juga ulama terkemuka pada masa itu. Perjalanan keilmuannya masih di bawah didikan ayahnya sampai ia menguasai berbagai qira’ah dan dasar-dasar ilmu syariat. Selanjutnya, ia mulai berguru pada beberapa syekh terkemuka di Hadramaut.
Kedalaman ilmu dan kepiawaian mengajar mengundang banyak murid dan menghasilkan ulama terkemuka, seperti Sayid Abdullah bin Taha al-Haddar al-Haddad dan Syekh Ali bin Umar Baghuzah. Selain mendalami ilmu syariat, Syekh Salim juga ahli dalam bidang politik dan bahkan pernah menjadi tim ahli perlengkapan militer. Keahliannya membuat Syekh Salim berpindah-pindah, mulai dari India dan akhirnya sampai ke Jawa. Di tempat terakhir inilah, Syekh Salim menghabiskan masa hidupnya dengan fokus mendekatkan diri kepada Allah, berzikir, membaca al-Quran, dan senantiasa mengajar ilmu-ilmu syariat. Syekh Salim meninggal dunia di Batavia (Jakarta) pada tahun 1271 H (1855 M).
“Safînah an-Najâh versi Turos disajikan dengan ilustrasi yang membantu dan penjelasan
yang lebih mudah diikuti sehingga belajar tidak terasa berat, terutama bagi yang baru
mulai.”
— Habib Isa Alkaff, Pendakwah dan Kreator Konten Keislaman
Ulasan
Belum ada ulasan.